Vinyl Record

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Mulai Mendengarkan dan Koleksi Piringan Hitam

Artikel-1

Roda pasti berputar dan ungkapan tersebut tidak terlepas dari apa yang namanya tren. Mulai dari fesyen, kuliner hingga musik, hal terakhir mungkin yang paling dirasakan oleh seluruh lini saat ini. Ketika telingan generasi saat ini dimanjakan oleh beberapa digital platform yang menawarkan kemudahan untuk mendengarkan musik. Para musisi dunia kembali memilih untuk merilis karya mereka dalam format piringan hitam atau orangtua atau kakek-nenek kita menyebutnya sebagai plat.

 

Setidaknya itulah yang terjadi dalam delapan tahun kebelakang, ketika musisi dunia seperti Norah Jones, U2, John Mayer dan beberapa nama besar lainnya memilih kembali ke piringan hitam dalam merilis album mereka. Namun bukan hanya musisi luar negeri, Indonesia pun kembali ke masa analog ini, sebut saja Nadin Amizah, Hindia, NAIF, White Shoes & the Couples Company hingga yang terbaru Nostress yang merilis ‘masterpiece’ mereka ke dalam format piringan hitam.

 

Salah satu alasannya adalah maraknya pembajakan yang semakin tinggi di era modern ini, membuat para musisi ini berpikir untuk memproteksi karyanya agar terhindar dari tangan-tangan pembajak yang tidak bertanggung jawab, dan piringan hitam adalah format ideal untuk menghindari hal tersebut. Mungkin beberapa alasan di bawah ini bisa menggugah hatimu untuk mulai mengoleksi piringan hitam:

 

1. Kualitas Audio Orisinal

Tak bisa dipungkiri, format piringan hitam menyajikan kualitas audio orisinal dari rekaman atau master aslinya. Hal itu bisa diketahui dari resolusi tinggi seperti wav yang dipindahkan ke dalam sebuah piringan hitam setelah beberapa proses mastering. Dan tentunya ini berbeda dengan yang tersedia di platform digital seperti Spotify, Deezer, bahkan iTunes yang sudah dikompresi sehingga menurunkan kualitas audio bagi yang mendengarkan.

 

Kualitas piringan hitam sangat baik dan cukup maksimal karena bisa menampung 90-95 persen dari rekaman asli. Sedangkan cakram digital (CD) hanya menampung sekitar 50-60 persen dari materi rekaman. Ini menjadikan piringan hitam terdengar lebih ‘nendang’ dibanding format fisik lainnya.

 

2. Memiliki Berbagai Ukuran Untuk Dikoleksi

Berbeda dengan koleksi fisik lainnya yang hanya memiliki satu ukuran, seperti CD atau kaset. Piringan hitam terdiri dari beberapa ukuran: 12 inci, 10 inci dan 7 inci. Perbedaan ukuran berpengaruh pada berapa trek yang ada di dalamnya. 7 inci biasanya berisikan dua trek dan hanya menampilkan single saja, lalu normalnya untuk sebuah album berisikan delapan atau lebih biasanya akan digunakan ukuran 12 inci.

 

Hal ini pun bisa menjadi barang koleksi ideal bagi mereka pecinta barang fisik. Tidak hanya dari segi kualitas yang sudah terjamin, ukuran yang berbeda ini tentunya menjadi pilihan yang menyenangkan untuk dikoleksi.

 

3. Penampilan Fisik yang Memuaskan

Dengan ukuran yang begitu besar, piringan hitam sontak memperlihatkan secara jelas desain sampul album dari musisi atau penyanyi favoritmu. Ukuran tersebut tentunya membuat para pengoleksi fisik lebih puas dengan tampilan album nan begitu detail dan menarik.

 

Walaupun namanya piringan hitam, namun dengan teknologi yang semakin maju, saat ini piringan hitam diperkuat dengan berbagai jenis warna dan model yang memuaskan mata. Terlebih lagi, beberapa musisi biasanya akan menyisipkan poster ataupun hadiah kecil dalam format piringan hitam tersebut.

 

4. Tahan Lama

Bukan rahasia jika format piringan hitam lebih tahan lama dibanding format fisik lainnya. Selain tidak mudah untuk dibajak, piringan hitam memiliki ketahanan yang begitu lama hal tersebut bisa terjadi karena bahan yang digunakan dan juga lapisan yang berada di piringan hitam. Namun kembali lagi, asalkan kamu merawatnya dengan benar. Koleksi piringan hitammu bisa bertahan lebih lama dan tetap bisa diputar sampai akhir hayat.

 

5. Investasi yang Menjanjikan

Ini bukan sebuah bualan, ada beberapa faktor yang bisa menjadikan piringan hitam investasi menguntungkan. Salah satunya karena piringan hitam merupakan medium musik paling tahan lama, tentunya dengan perawatan benar. Hal tersebut dapat membuat piringan hitam bisa bertahan lebih dari 25 tahun dengan kualitas suara yang sama seperti pertama kali dibuka. Maka dari itu, piringan hitam bisa menjadi sebuah investasi tersendiri yang dapat dijual kembali setelah beberapa tahun.

 

Penulis: Febrian Adi
Editor: Arnold Mantiri
Foto: PHR

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Description
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Add to cart
Click outside to hide the comparison bar
Compare
0
0