Welcome To
PHR Senayan & PHR Bintaro

You're welcome to visit both of our stores. Click the below

TOP RECORDS CARE PRODUCTS BY FIDELITY

Anti Static Brush

Velvet Record Brush

Microfiber Cloth

Cleaning Fluid

Stylus Cleaner

Articles About Things We Like

Macam Macam Ukuran Plat Piringan Hitam

Piringan hitam memiliki beberapa macam ukuran plat yang perlu kamu ketahui. Ukuran ini juga akan memperjelas tempo yang harus kamu mainkan tentunya. Kali ini, PHR akan menjelaskan apa saja yang menjadi pembeda ukuran dari masing-masing piringan hitam: Layaknya format digital yang beragam macam (.mp3, .wav, .aac, dan lainnnya), vinyl record pun memiliki beberapa macam. Dari ukurannya, plat memiliki tiga tipe, yaitu 12 inci (yang paling umum), 10 inci dan tujuh inci. Ukuran ini menentukan seberapa lama musik lagu yang bisa dimuat di dalamnya. Vinyl record ukuran 12 Inci Umumnya atau yang biasa kalian lihat, piringan hitam akan memiliki ukuran selebar 12 inci. Ukuran yang cukup besar dan biasanya bisa menampung kapasitas lebih dari 50 menit untuk setiap side-nya. Ukuran ini biasanya akan diputar pada kecepatan 33 rpm, namun jangan tertipu beberapa piringan hitam dalam ukuran ini juga diputar pada kecepatan 45 rpm, cara mengetahuinya adalah melalui sampul ataupun stiker yang berada di tengah piringan hitam.   Vinyl record ukuran 10 Inci Sama seperti 12 inci, piringan hitam dengan ukuran 10 inci ini umumnya akan berputar pada kecepatan 33 rpm dan juga 45 rpm. Titik pembeda pada ukuran ini adalah kapasitas penampungan pada lagu yang hanya sekitar 30 menitan.   Vinyl record ukuran 7 Inci Perbedaan signifikan piringan hitam sangat terlihat pada ukuran 7 inci. Sudah dipastikan para piringan hitam ukuran ini kecepatan putarannya hanya di 45 rpm, selain kecepatan putaran yang berbeda, piringan hitam ini biasanya disebut EP (Extended Play). 7 inci biasanya hanya menampung satu sampai dua lagu saja untuk setiap sisinya. Tidak perlu khawatir untuk alat pemutar (turntable), meskipun plat memiliki 3 ukuran berbeda tetap bisa kamu putar di semua alat. Ada beberapa jenis turntable memiliki platter lebih kecil, tapi masih tetap bisa memainkan piringan hitam dengan ukuran 12 inci.   Jika kamu mengalami kesulitan dalam membedakan, team store PHR Bintaro & PHR Senayan siap membantu kamu dalam memilih. Follow for more: @PHRSenayan

Read More »
Analog & Digital

Lebih Pilih Rilisan Analog atau Digital?

Sejak gema piringan hitam mulai bergemuruh dan terus menunjukkan tren positif khususnya di kalangan anak muda, antusiasme mengoleksi barang ekslusif ini menjadi semakin masif dan impulsif. Tentunya saja itu menjadi sebuah nilai lebih tersendiri bagi para penggemar piringan hitam yang telah dulu bermain di dunia piringan hitam.   Namun, sayangnya masih terjadi polemik dari sisi ruang kolektor, dan terbagi menjadi dua kelompok. Pertama bagi yang hobi mengoleksi format rilisan baru dengan beragam sejuta alasannya. Serta para kolektor yang mengutamakan cetakan lama (dibaca first pressing).   Tentunya terdapat ada kolom perspektif mengarah kepada beberapa subjektifitas, mulai dari bahasan aspek orisinalitas, narasi kualitas audio hingga argumentasi nilai prestisiusnya. Beberapa alasan sebagian orang menambatkan hati ke pilihan rilisan baru di antaranya:   Rilisan Baru Lebih Terjaga Kualitas Fisik Rilisan baru sudah pasti terjaga kualitas fisiknya, baik dari sampul maupun medianya. Ini terlihat dari mayoritas artis/musisi lama yang merilis ulang album lama mereka dalam format terbaru (dibaca: reissue) Lebih Mudah Mendapatkan Rilisan Baru Selain terjaga dari aspek sampul, rilisan ini pun begitu mudah untuk didapatkan. Hal ini tentu saja untuk memuaskan para penggemar, sehingga para label rekaman memberikan kuantiti yang lebih banyak. Pilihan Warna Lebih Bervariasi Sejak diproduksi pertama pada tahun 1920-an piringan hitam, seperti namanya selalu berwarna hitam. Namun kemajuan teknologi membuatnya menjadi lebih atraktif dan menarik (dibaca: colored vinyl). Piringan hitam ini lebih bervariasi dari segi warna dan polanya, yang hal tersebut mayoritas dari rilisan terbaru.   Walaupun banyak alasan untuk mencintai rilisan terbaru. Namun para pecinta rilisan lama memiliki opini dan idealnya sendiri, seperti   Kualitas Suara Lebih Organik Sebelum teknologi lebih modern seperti saat ini, para produsen piringan hitam menggunakan teknologi lama yang memiliki kualitas suara organik. Bahkan, seperti yang dikatakan dalam dunia piringan hitam, hanya sebagian saja yang bisa mendengarkan perbedaan kualitas rekaman lama dan baru (dibaca: audiophile) Cetakan Lama Menggunakan Analog Pada awal kemunculan piringan hitam, para produsen menggunakan master yang masih direkam secara analog, hal ini tentunya tidak mengurangi sedikit pun kualitas suara yang dihasilkan dari rekaman (master) dari para artis atau musisi. Berbeda pada zaman sekarang yang beberapa di antaranya telah menggunakan master secara digital bukan analog. Tentunya esensi rilisan lama lebih menyentuh emosi sampai menggiring pengalaman masa lalu   Apapun yang menjadi latar belakang seleksi seseorang dalam menikmati piringan hitam baik rilisan baru atau lama adalah memiliki kesamaan selera dan kebutuhan. Mengingat musik merupakan kesatuan bunyi yang sewajarnya dinikmati bukan diperdebatkan.   Penulis: Febrian Adi Editor: Arnold Mantiri Foto: PHR

Read More »
Turntable

Mengenal Bagian-bagian Penting Turntable

Layaknya cakram padat yang dibaca oleh optik sehingga mengeluarkan suara dari ‘CD Player’, mekanisme yang lebih menarik juga terdapat pada piringan hitam dengan alat pemutarnya bernama Turntable.   Para penggemar piringan hitam tentunya sudah tak asing dengan alat tersebut, mengingat alat tersebut merupakan hal wajib yang harus dimiliki. Turntable sendiri merupakan pemutar piringan hitam berbentuk kotak berbahan kayu, namun seiring berkembangan zaman kini banyak turntable menggunakan bahan lainnya. Seperti plastik, besi, hingga polyvinylchloride (mika).   Tidak hanya itu, tentunya turntable juga memiliki bagian-bagian yang memiliki fungsi masing-masingnya. Pada dasarnya piringan hitam bisa mengeluarkan suara karena dibaca oleh jarum (stylus) khusus yang terdapat pada turntable, lalu suara tersebut diproses melalui jarum, kabel, mesin, amplifier hingga mengeluarkan suara rekamannya pada speaker. Terdengar seperti sihir, bukan? Untuk lebih memahaminya PHR sudah merangkum beberapa bagian-bagian dari turtable:   Stylus (jarum) Seperti yang sebelumnya disebutkan di atas, stylus merupakan jarum yang biasa berbahan dasar logam, diamond atau sejenisnya. Jarum ini akan menyusuri garis kecil yang berada di piringan hitam dengan cara diletakan pada plat yang sedang berputar. Nantinya jarum akan bergetar serta mengikuti rekaman lagu yang berada di alur piringan hitam.   Cartridge Cartridge berbentuk kotak kecil dan merupakan penyambung untuk stylus. Cartridge berisikan gulungan kawat dan magnet. Dari gulungan tersebut rekaman yang berada di piringan hitam dan dibaca oleh jarum akan keluar dalam bentuk tegangan listrik arus lemah, yang akan diperkuat oleh Phono Stage. Gulungan kawat dan magnet bisa mengeluarkan tegangan listrik karena getaran kecil yang disebut cantilever.   Cantilever Setelah melalui catridge, listrik kemudian menghantarkan arusnya pada batang logam kecil yang disebut cantilever, dan menempel pada magnet serta gulungan kawat. Ujung lainnya dari cantilever dilekatkan pada stylus.   Plinth Plinth di sini merupakan kotak dari turntable, berfungsi untuk menampung seluruh peralatan turntable. Kotak tersebut awamnya berbahan dasar kayu, namun semakin bervariasi seperti marmer, fiber, plastik dll. Di atas plinth biasanya akan dipasang sebuah tuas yang dinamakan tonearm.   Tonearm Tuas yang berada di atas plinth ini memiliki panjang antara 23 cm hingga 30 cm untuk menopang cartridge dan stylus. Tonearm memiliki fungsi untuk kestabilan jarum agar selalu tegak dalam menekan alur mengikuti gerakan piringan hitam. Sebagai catatan, adapun tonearm berbahan besi, plastik hingga karbon.   Counterweight (pemberat) Pemberat atau counterweight pada turntable memiliki fungsi untuk menyeimbangkan berat (atas dan bawah) pada stylus. Untuk ukuran beratnya sendiri akan mengikuti jenis jarum yang dipakai, namun umumnya akan memiliki berat mulai 1 gram hingga 3,5 gram.   Anti-skating Bila counterweight berfungsi pada keseimbangan atas dan bawah, maka anti-skating berfungsi untuk menyeimbangkan jarum dari sisi kanan dan kiri. Hal ini tentunya mempengaruhi gerak jarum supaya tidak bergerak atau lari terlalu ke dalam atau keluar jalur.   Platter Platter merupakan tempat untuk meletakkan piringan hitam di turtable. Ketika turntable dimainkan, platter akan berputar menggunakan motor listrik melalui belt (sabuk) atau biasa disebut drive wheel. Tetapi di beberapa turntable jenis lain, seperti Pioneer Dj PLX – 500 atau Audio Technica AT-LP 120 akan menggunakan sistem direct drive, diputar langsung dari motor listrik yang berada dibawahnya persis.   Penulis: Febrian Adi Editor: Arnold Mantiri Foto: Vinyl Factory

Read More »

PHR Webstore
FLASH SALE!

Good titles at lowest possible price!

Our Partners

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Description
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Add to cart
Click outside to hide the comparison bar
Compare
0
0